Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus

Senin, 16 Mei 2011

Amos 8 : 11 – 12

LAPAR dan HAUS Akan FIRMAN TUHAN


Lapar dan haus merupakan sesuatu kondisi yang selalu terjadi dalam kebutuhan tubuh jasmani kita manusia, tubuh akan pulih kembali kuat setelah kita makan dan minum sesuai dengan porsinya. Ini dilakukan berulang – ulang setiap hari sampai dengan akhir hidup kita. Tubuh juga bisa sakit jika tidak makan dan minum. Begitu pentingnya masalah ini dalam kehidupan, tidak ada yang bisa hidup tanpa makan dan minum. Disamping kebutuhan Jasmani ternyata kita juga memerlukan kebutuhan rohani yaitu Firman Tuhan supaya dalam kehidupan adanya keseimbangan keduanya, yaitu untuk melakukan yang terbaik buat Tuhan dan untuk keselamatan yang kekal buat diri kita.   

Firman Tuhan dapat kita temukan dalam alkitab, penginjil dan pengkotbah di gereja, dengan mudah kita dapatkan dan yang terpenting adalah kesadaran kita akan mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan, karena iman tumbuh dari pendengaran dan iman yag teguh datang dari penderitaan. Jadi memang firman Tuhan itu merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Bagaimana halnya jika mengalami kelaparan yaitu lapar akan firman Tuhan. Mungkin kita akan mengatakan tidak mengapa kalau lapar akan firman Tuhan, yang penting adalah kebutuhan fisik tubuh.   

Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah Firman Tuhan Allah, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air. Melainkan akan mendengarkan Firman Tuhan (ayat 11). Mereka akan akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman Tuhan tetapi tidak mendapatkannya (ayat 12). Tentu makna dari nas ini adalah orang membutuhkan firman Tuhan tetapi tidak menemukannya, bahkan sampai mencari ke penjuru dunia namun tidak didapatkan. Jadi harus bagaimana mengatasi kelaparan akan firman Tuhan ? tentunya adalah mari kita perlengkapi hidup kita akan firman Tuhan, supaya kita sudah siap menghadapi kelaparan jika melanda negeri ini, kapanpun itu terjadi. Kiranya Tuhan memberkati hidup kita. Amin(KAP)

Kisah Rasul 8 : 14 - 25

ROH KUDUS TAK DAPAT DIBELI

Ketika rasul – rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima Firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang – orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun diantara mereka, karena mereka di baptis hanya dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus (ayat 14-17).

Simon melihat hal itu, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul – rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata : “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Sungguh tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan Simon, dia mengandalkan uangnya dan berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan dengan memberikan sesuatu imbalan. Sehingga Petrus dengan tegas berkata “ Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atas hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan” (ayat 18-23).

Atas peringatan Petrus itu, Simon takut akan terjadi hal yang tidak baik terhadapnya sehingga ia berkata “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu” Sikap Simon kelihatan menyesal tetapi tidak tulus seharusnya dia sendiri yang langsung memohon ampun kepada Tuhan supaya dosa yang telah dia lakukan diampuni oleh Tuhan. Demikian juga dengan kita, mohon lah ampun kepada Tuhan jika kita telah berdosa, terlebih mengandalkan uang terhadap sesuatu yang kita inginkan, ingatlah bahwa uang tidak dapat membeli Roh Kudus. Amin (KAP)