Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus

Kamis, 30 Agustus 2012

LUMADA Musik Dalam Acara











 LUMADA Musik Dalam acara Duka

Bagi yang berminat untuk menggunakan Jasa Musik dan Entertainment LUMADA untuk acara Resepsi Perkawinan, Pesta Adat, Peresmian rumah atau kantor, Rapat, Seminar, ulang tahun  dan lain lain silahkan hubungi marketing kami di : 
(021) 557 52 101 atau (021) 948 02 111 atau (021) 26 26 26 46 atau HP 081 2974 8282

Jika Bapak/ Ibu saudara - saudara sekalian berminat menggunakan jasa LUMADA Musik & Entertainment dibawah naungan LUMADA Group Silahkan hubungi  Pengurus kami di (021) 557 52 101 atau (021) 935 19 111 atau (021) 948 02 111 atau (021) 961 52 111 atau 08181 52 111 atau 081 2974 8282 atau email lumada.bsukses@yahoo.co.id atau klik website : http://lumada-group.com atau http://lumada-group.blogspot.com atau http://kernol.tokobagus.com  atau http://progresive-trio.blogspot.com atau gernhardmatthew-panjaitan.blogspot.com atau http://yayasan-suarahati.blogspot.com    

 

LUMADA Musik Dalam Suatu Acara








 LUMADA Musik Dalam acara Duka

Bagi yang berminat untuk menggunakan Jasa Musik dan Entertainment LUMADA untuk acara Resepsi Perkawinan, Pesta Adat, Peresmian rumah atau kantor, Rapat, Seminar, ulang tahun  dan lain lain silahkan hubungi marketing kami Eva Susanti di : 
(021) 557 52 101 atau (021) 948 02 111 atau (021) 26 26 26 46 atau HP 081 2974 8282

Rabu, 29 Agustus 2012

LUMADA Musik Dalam Kegiatannya




LUMADA Musik Dalam acara Pesta Parheheon Seksi Ina HKBP Tangerang Kota

Bagi yang berminat untuk menggunakan Jasa Musik dan Entertainment LUMADA untuk acara Resepsi Perkawinan, Pesta Adat, Peresmian rumah atau kantor, Rapat, Seminar, ulang tahun  dan lain lain silahkan hubungi marketing kami Eva Susanti di : 
(021) 961 52 111 atau (021) 948 02 111 atau (021) 26 26 26 46 atau HP 081 2974 8282

Imamat 6 : 14 – 7 : 21




KORBAN PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH

Korban persembahan adalah bertujuan untuk memulian Allah, dalam nas ini dijelaskan bahwa ada beberapa korban persembahan kepada Allah antara lain yaitu (1). dengan “korban sajian” yang dalam pelaksanaannya dibawa kehadapan Tuhan ke depan mezbah, inilah yang dilakukan oleh anak-anak harun. Semua korban sajian persembahan itu harus habis dibakar sehingga baunya menyenangkan hati Tuhan (6:14-15). Disamping itu ada pula (2). “korban penebus salah” yaitu korban untuk persembahan maha kudus, ditempat orang menyembelih korban bakaran disitulah harus disembelih korban penebus salah dan darahnya haruslah disiramkan pada mezbah itu sekelilingnya (7:1-2). Lebih lanjut juga ada (3).  “korban keselamatan” yang harus dipersembahkan orang kepada Tuhan. Jikalau ia mempersembahkan  untuk memberi syukur haruslah beserta korban syukur itu roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak, serta roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk yang diolah dengan minyak (7:11)

Bagaimana dengan korban persembahan kita dimasa sekarang ini ? apakah masih relevan  dan perlu melakukan hal yang sama seperti masa nas di atas, tentunya kita harus menjawabnya dengan dasar Firman Tuhan pula. Tentang persembahan yang benar dikatakan “demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12 :1-2). Begitu pula dalam Ibrani 13:15-16 dikatakan pula sebab itu marilah kita, oleh Dia senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban – korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Tuhan Yesus Kristus telah mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban penebus dosa, dan kita sebagai pengikut Kristus haruslah berkorban atas dasar itu. Mari aplikasikan dalam hidup sehari – hari. Tuhan memberkati kita semua. Amin (KAP)

Imamat 5 : 1-6 : 13





MENANGGUNG KESALAHAN SENDIRI

Dalam hukum positif kesalahan biasanya dibedakan antara perbuatan sengaja dan perbuatan tidak sengaja, jika perbuatan itu telah dilakukan maka unsur tidak sengaja masih dapat dikatakan sebagai alasan pemaaf dalam arti masih dapat dikategorikan perbuatan yang tidak dapat dihukum misalnya disebabkan membela diri atau keadaan memaksa. Berbeda dengan nas ini ada 4 kategori dimana apabila seoarang berbuat dosa, yakni (1). jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. (2). Apabila seseorang kena pada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. (3). Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apapun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya maka ia bersalah. (4). Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu (ayat 1-4).  Ini menunjukkan bahwa kesalahan itu tidak dipandang dari sengaja atau tidak sengaja tetapi didasarkan kepada peristiwa itu telah terjadi maka seseorang itu bersalah.

Namun apabila seseorang bersalah dalam salah satu perkara di atas, maka orang itu  haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya dan haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Jadi pengampunan dosa sangat dipengaruhi oleh “pengakuan dosa” supaya dapat dihapus dosanya, dan dilaksanakan oleh imam mengadakan perdamaian bagi orang itu karena dosanya (ayat 5-6).

 Bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ? Oleh karena semua orang tidak luput dari dosa maka mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, dengan memohon pengampunan dosa melalui doa yang kita panjatkan baik secara pribadi maupun melalui doa safaat atau melalui “perjamuan kudus”. Dia lah Yesus penebus dosa kita. Amin (KAP)