Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus

Rabu, 27 Maret 2013

Geralda Vania br Panjaitan


Inilah Foto Geralda ketika di sela - sela kesehariannya.












Geralda Vania br Panjaitan foto dalam berbagai gaya waktu santai.

Progresive Trio Dalam penampilannya dalam pelayanan






Progresive Trio dalam pelayanannya di HKBP Tangerang Kota

Umat Muslim diizinkan beribadah di gereja

20/03/2013 Umat Muslim diizinkan beribadah di gereja thumbnail
Pastor Isaac Poobalan dari Gereja St. Yohanes, Aberdeen, menawarkan sebagian ruangan gereja untuk tempat ibadah umat Muslim setempat yang dipimpin Imam Ahmed Megharbi

Apa yang terjadi di kota Aberdeen, Skotlandia, ini adalah salah satu cermin kerukunan beragama yang sesungguhnya.
Gereja Episkopal St. Yohanes di Aberdeen menjadi gereja pertama di Inggris Raya yang memberikan sebagian ruangan bangunan gereja sebagai tempat umat Muslim setempat menjalankan ibadah salat lima waktu.
Keputusan ini diambil pihak gereja karena masjid yang terletak tak jauh dari gereja itu kapasitasnya terlalu kecil sehingga sebagian dari umat Islam terpaksa menjalankan ibadahnya di tepian jalan.
Pastor Isaac Poobalan dari Gereja St. Yohanes akhirnya “meminjamkan” sebagian ruang aula gereja kepada Imam Kepala Ahmed Megharbi sebagai tempat ibadah umatnya.
Pastor Poobalan mengatakan, dia merasa tak menjalankan imannya jika tidak menawarkan bantuan kepada sesamanya yang membutuhkan.
“Berdoa tidak ada yang salah. Tugas saya adalah mengajak orang untuk berdoa,” kata Pastor Poobalan.
“Masjid mereka sangat kecil, setiap kali mereka beribadah, terlalu banyak orang di luar masjid, bahkan pada saat angin kencang dan turun hujan,” tambah Pastor Poobalan.
“Saya tak bisa membiarkan ini terjadi begitu saja. Jika saya biarkan, saya akan mengabaikan apa yang diajarkan agama kepada saya, tentang bagaimana kita memperlakukan tetangga kita,” lanjutnya.
“Saat saya mendiskusikan masalah ini dengan umat gereja, seseorang memang mengatakan itu bukan masalah kami, tapi bagi saya itu masalah bersama,” paparnya.
Ia mengenang dia pernah melihat umat Muslim terpaksa beribadah di ruang terbuka saat salju turun dan cuaca sangat dingin.
“Pemandangan itu sangat sulit saya lupakan,” ujar Pastor Poobalan.
“Kami memiliki sesuatu untuk ditawarkan dan mereka beribadah dalam cuaca dingin. Saya lalu mengatakan kepada umat bahwa kami harus melakukan sesuatu,” kenangnya.
Selain memberi bantuan tempat ibadah, ia ingin ikut membantu menjadi jembatan antara umat Kristen dan Islam, apalagi sebagian umat gerejanya menentang rencananya itu.
Namun, Pastor Poobalan tetap pada pendiriannya untuk menawarkan bantuan kepada umat Muslim.
“Apa yang saya lakukan ini sangat mendasar, tak ada hubungannya dengan agama. Semua hanya karena saya ingin membantu sesama yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menyadari sebagian umat memang menentang keputusannya, lebih karena hal semacam itu belum pernah terjadi sebelumnya.
“Pada saatnya, umat akan menyadari bahwa lebih banyak persamaan ketimbang perbedaan di antara kami,” tambahnya.
“Saya berharap dan berdoa, langkah kecil ini bisa membantu mempererat hubungan kedua agama,” katanya.
Ternyata, keraguan juga muncul dari sisi umat Muslim. Sebab, sebelumnya mereka belum pernah mendapat tawaran seperti itu.
“Namun, akhirnya mereka menerima dan ini adalah awal sebuah hubungan yang positif,” ujar Poobalan.
“Apa yang terjadi di sini sangat istimewa dan seharusnya langkah seperti ini bisa diadopsi di seluruh negeri,” kata Syekh Ahmed Megharbi dari Masjid Jami Syed Syah Mustafa.
“Hubungan antara kedua agama sangat bersahabat dan saling menghormati,” tambah Megharbi.
Sumber: kompas.com

Sabtu, 02 Maret 2013

Keluarga





Lahir Gisyel Lamora






1 Rajaraja 13 : 11 – 19




SIAP MENGHADAPI PENCOBAAN 

          Tidak sedikit pelayan Tuhan yang gagal di tengah jalan dalam melaksanakan tugas pelayanannya. Ada yang jatuh ke dalam dosa, Ada yang meninggalkan pelayanan di tengah-tengah pekerjaan Tuhan. Semuanya ini karena ketidaksiapan diri dalam menghadapi pencobaan yang ada di dunia ini. Meski demikian, Tuhan tetap bisa memakai mereka untuk mencapai maksud~Nya. Justru ini menjadi peringatan agar hamba Tuhan melayani dan hidup benar di hadapan Allah. 

          Kisah abdi Allah ini sungguh tragis. Ia sudah selesai menunaikan tugas utama, yaitu menegur Yerobeam atas dosa-dosanya. Ia tahu bahwa Tuhan memerintahkannya untuk tidak makan roti dan minum air dalam perjalanan tugas. Namun, karena tipuan seorang nabi tua, ia melanggar perintah Tuhan itu. Hukuman pun dijatuhkan, abdi Allah itu dibunuh oleh seekor singa. Kita tidak tahu motivasi si nabi tua membohongi abdi Allah itu. Mungkin ia iri hati melihat si abdi Allah yang berasal dari Selatan masuk ke wilayahnya tanpa permisi untuk bernubuat. Mungkin ia seorang yang "mendukung" pemerintahan Yerobeam sehingga tidak senang melihat abdi Allah ini mencela rajanya. Apapun alasannya, akhirnya ia sadar bahwa penipuannya berakibat fatal bagi abdi Allah itu

          Kematian abdi Allah itu tidak menghalangi Firman Tuhan dinyatakan. Peristiwa aneh setelah abdi Allah itu diterkam singa (ayat 24) yaitu singa dan keledai menjagai mayat abdi Allah itu pastilah menimbulkan kegemparan di kalangan rakyat. Tuhan memakai peristiwa itu untuk menyadarkan si nabi tua, yang mungkin selama ini sudah kehilangan kepekaan akan Firman Allah dan kehilangan keberanian iman (ia tidak pernah mencela Yerobeam). Ini membuktikan Allah berdaulat dalam segala keadaan, menggenapi janji~Nya, atau menghukum yang melanggar. Kalau Ia tidak segan menghukum abdi-Nya yang lalai, apalagi terhadap orang yang mengkhianati-Nya (Yerobeam). Pasti nubuat mengenai penghukuman Yerobeam akan tergenapi 

Hidup atau mati, Tuhan bisa memakai kita menjadi saluran Firman~Nya. Persoalannya apakah hidup kita layak untuk menjadi berkat, menyatakan keadilan, dan kasih~Nya. Amin (KAP)


Partangiangan Wijk 26











1 Rajaraja 13 : 1 – 10



ABDI YANG MENDUA HATI


          Kasih dan keadilan bisa dikatakan seperti minyak dan air yang tidak dapat disatukan dalam kehidupan manusia. Di mana kasih berbicara keadilan yang diamputasi. Tampaknya kedua nilai itu saling bertentangan. Namun di dalam Allah, kedua nilai itu menyatu tanpa salah satunya mengalami distorsi (penyimpangan) makna. Insiden yang terjadi dalam nas ini merupakan suatu bukti bahwa kedua nilai itu dapat dinyatakan oleh Allah secara bersamaan tanpa distorsi nilai. Allah begitu membenci dosa Yerobeam. Allah secara tegas melarang abdi~Nya untuk makan atau minum apa pun di tempat Yerobeam. Sikap ini menunjukkan keadilan Allah bahwa yang berdosa tidak akan menerima konsekuensinya. 

          Allah pun memanifestasikan kasih~Nya dengan mengirim abdi~Nya dari Yehuda dan memberikan tanda-tanda seperti mezbah yang pecah dan tangan Yerobeam yang menjadi kejang (ayat 4-5). Sebenarnya Yehuda bisa saja melakukan persiapan untuk menyerang Yerobeam, tetapi sekarang Allah justru mengirim abdi~Nya dari Yehuda untuk memperingatkan Yerobeam agar bertobat. Itu semua dilakukan sesudah Yerobeam melakukan dosa yang begitu menjijikkan di hadapan Allah. Tetapi Abdi Allah itu mendua hati dengan mendengar permohonan belas kasihan dari raja Yerobeam untuk memohon belas kasihan Tuhan Allah sehingga tangan raja itu dapat kembali pulih menjadi seperti semula (ayat 6). 

Dalam nas ini Allah secara obyektif telah menempatkan setiap nilai pada porsinya, dan tetap melihat manusia sebagai makhluk ciptaan~Nya yang Ia kasihi dan tidak membiarkan adanya nafsu, emosi, dan unsur subyektifitas yang menjadi penghalang bagi membaurnya kedua nilai itu sehingga keduanya menjadi bias. Dalam diri manusia, unsur emosi dan subyektifitas selalu berperan paling dominan dalam mengambil sikap terhadap orang yang melakukan dosa, sehingga berakibat salah satu nilai itu harus dikorbankan. 

Untuk dapat kita renungan sebagai pengikut Kristus bahwa setiap orang adalah makhluk ciptaan Allah yang juga sebagai obyek kasih Allah, jadi mari kita selaraskan tindakan kasih dan keadilan bagi siapa pun. Amin (KAP)