Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2011 01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2011 01. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2013

Matius 7 : 13-21






                                              AWAS TERSESAT

Dewasa ini tidak sedikit tumbuh aliran–aliran yang mengatasnamakan Kristen dan membawa misi serta pengajarannya masing–masing. Menarik perhatian, ada aliran yang melakukan pelayanan ‘berlebihan’ demi mendapatkan pengikut. Jika tidak memiliki pengikut, tentu aliran itu akan hilang di telan masa. Namun kenyataan menunjukkan, tidak sedikit dari aliran itu yang mampu berkembang,  dan membuktikan jika aliran tersebut mempunyai pengikut.

Waspadalah terhadap nabi–nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas (ayat 15). Darimanakah kita bisa mengetahuinya? Tentunya menjadi pertanyaan yang penting. Nas hari ini memberitahukan kepada kita; dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri (ayat 16), setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik (ayat 17). Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik (ayat 18). Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan di buang ke dalam api (ayat 19). Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (ayat 20).

Nas hari ini mengingatkan kita akan hadirnya pengajaran sesat di tengah–tengah dunia dengan ciri-ciri dari buahnya. Memprihatinkan jika masih saja ada diantara kita yang menjadi pengikutnya, meski tahu akan akibatnya di buang ke dalam api karena tidak lagi berguna. Firman Tuhan dengan tegas mengatakan, “bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (ayat 21).

Baiklah selalu waspada. Bukan hanya untuk diri sendiri, bukan pula hanya kepada anak–anak, namun bagi setiap orang percaya. Janganlah iman tergoyahkan apalagi sampai menggadaikan iman percaya hanya karena dunia. Janganlah nantinya Tuhan mengatakan kepada kita “Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan” (ayat 23). Kiranya Tuhan selalu melindungi kita. Amin. (KAP)
 

2 Kolose 3 : 12-17




MANUSIA PILIHAN ALLAH 

Menjadi orang yang terpilih, tentulah sangat membanggakan. Namun, menjadi orang terpilih juga tidaklah mudah. Harus memenuhi banyak kriteria dan persyaratan yang tentunya melebihi atau diatas rata-rata orang kebanyakan.

Nas hari ini memaparkan persyaratan untuk menjadi manusia pilihan Allah; harus mampu melakukan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (ayat 12). Memang, melakukannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Pengendalian diri sangat penting diperhatikan. Kita harus sabar terhadap sesama dan mengampuni orang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita (ayat 13). Dan di atas semua itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (ayat 14). Tidak sedikit yang gagal tetapi tidak sedikit pula yang mampu melakukannya. Sebagai aplikasi dalam kehidupan tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam setiap langkah kita, karena untuk itulah kita telah dipanggil menjadi satu tubuh 2. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya, sehingga kita dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji–pujian dan nyanyian rohani, 3. dan segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan semuanya harus dilakukan dalam nama Tuhan Yesus, sambil selalu mengucap syukur kepada Allah di dalam hati kita (ayat 15–17).  

Menjadi manusia baru pilihan Allah, nas hari ini mengajarkan kita mematikan segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan yang akan mendatangkan murka Allah. Buanglah semuanyanya; marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata–kata kotor dari mulut kita. Dengan demikian manusia lama telah kita tinggalkan dan kita terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut Firman Allah. Amin. (KAP)

Kisah Rasul 8 : 14-25




ROH KUDUS TAK DAPAT DIBELI

Ketika rasul – rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima Firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang – orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun diantara mereka, karena mereka di baptis hanya dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus (ayat 14-17).

Simon melihat hal itu, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul – rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata : “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Sungguh tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan Simon, dia mengandalkan uangnya dan berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan dengan memberikan sesuatu imbalan. Sehingga Petrus dengan tegas berkata “ Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atas hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan” (ayat 18-23).

Atas peringatan Petrus itu, Simon takut akan terjadi hal yang tidak baik terhadapnya sehingga ia berkata “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu” Sikap Simon kelihatan menyesal tetapi tidak tulus seharusnya dia sendiri yang langsung memohon ampun kepada Tuhan supaya dosa yang telah dia lakukan diampuni oleh Tuhan. Demikian juga dengan kita, mohon lah ampun kepada Tuhan jika kita telah berdosa, terlebih mengandalkan uang terhadap sesuatu yang kita inginkan, ingatlah bahwa uang tidak dapat membeli Roh Kudus. Amin (KAP) 
 

2 Korintus 4 : 16-18



JANGAN TAWAR HATI


Dalam hidup manusia banyak yang tidak kita mengerti rahasia Allah begitu mengagumkan dan melampuai akal pikiran manusia. Kelemahan fisik seperti penderitaan sakit - penyakit terkadang membuat lemah kualitas iman bahkan lebih parah lagi meninggalkan iman percayanya dengan menyembah illah lain demi kesembuhan bahkan berupaya berobat sampai ke luar negeri dengan mengeluarkan biaya yang besar, padahal; semuanya itu adalah tergantung bagaimana kehendak Tuhan, tidak ada seorang manusiapun yang dapat memastikan kesembuhan atas kemampuan sendiri. Bahkan dokter ahli selalu mengatakan “mari kita serahkan kepada Tuhan” karena dia sadar bahwa kemampuannya terbatas. Jadi apapun yang kita lakukan hanya sebatas pengharapan. Sungguh menyedihkan jika hal itu terjadi dalam hidup kita sebab kita tidak perlu tawar hati meskipun manusia lahiriah kita  semakin merosot, namun manusia batiniah kita diperbaharui dari hari ke sehari (ayat 16). Dalam nas ini memunjukkan bahwa ada 2 hal yang berbeda  dalam kehidupan kita yaitu lahiriah yang semakin lama semakin tua dan fisik yang merosot seharusnya tidak di ikuti dengan merosotnya kualitas iman kita karena  batiniah diperbaharui setiap hari.

Penderitaan yang kita alami sebesar apapun yang kita rasakan adalah termasuk ringan jika dibandingkan dengan mengerjakan kemulian kekal yang melebihi segala-galanya (ayat 17). Berbahagialah orang yang menderita karena memjalankan Firman Tuhan. Lebih tegas lagi dkatakan bahwa “sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat bak dank arena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah ((1 Petrus 2 : 20)

Seharusnya kita tidak memperhatikan yang kelihatan melainkan yang tidak kelihatan karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (ayat 18). Mengapa ? sebab jika rumah kita di bumi di bongkar, maka Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh manusia. Jadi selayaknya kita tidak perlu takut, bimbang, khawatir terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan yang sementara ini, kita yakini bahwa Tuhan pasti menyediakan tempat yang indah di surga. Amin (KAP)


1 Timotius 5 : 5-8





          SEORANG JANDA BERHARAPLAH HANYA KEPADA ALLAH  


          Sedangkan seorang janda yang benar – benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam (ayat 5). Kutipan ayat dalam nas hari ini memang sengaja dituliskan supaya kita dapat membacanya langsung redaksi kalimatnya. Ternyata Tuhan memberkati seorang janda walau apapun latar belakangnya. Bisa saja seorang janda adalah sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja tetapi tumpuan hidupnya hanya kepada suami, tetapi setelah suaminya dipanggil Tuhan, apa yang terjadi selanjutnya bagi keluarga tersebut. Ternyata kasih Tuhan luar biasa ; mereka tetap dipelihara oleh Tuhan dan bisa terpenuhi kebutuhannya. Tidak bisa kita membuat rumusan matematikanya, darimana jalannya, mengapa bisa demikian dan banyak perrtanyaan lainnya yang timbul. Karena memang karunia dan berkat Tuhan tidak dapat diukur oleh apapun di dunia ini.

          Kata kunci pertolongan Tuhan terhadap seorang janda dalam nas ini adalah : 1). Dia harus menaruh harapan kepada Allah. 2). Dia harus tekun dalam permohonannya. 3). Dia berdoa siang dan malam. Tetapi Tuhan juga mengingatkan dengan tegas kepada seorang janda untuk tidak hidup mewah dan berlebih – lebihan karena jika itu dilakukannya maka ia sama dengan mati walaupun ia masih hidup (ayat 6). Peringatan ini harus di indahkan, termasuk janda tersebut  hidup harus tidak bercela (ayat 7). Memang tantangan luar biasa bagi para janda tidak mudah untuk menjalankannya, tetapi pasti bisa karena Tuhan tahu manusia mampu melakukan perintahNya.

          Marilah kita menghormati janda yang benar – benar janda (ayat 3). Jika kita mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah kita memmbantunya sehingga dia jangan menjadi beban jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar – benar janda (ayat 16). Kasih Tuhan selalu melindungi. Amin (KAP)