Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan 02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan 02. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2013

Ester 7 : 1 – 10





HAMAN DI HUKUM MATI 

Ester telah memohon kepada raja agar bangsanya tidak dimusnahkan dan dengan tegas menuduh Haman sebagai musuh. Raja bergegas ke taman karena marah atas laporan tersebut, dan ketika kembali dia menemukan Haman sedang mengemis kepada Ester agar mengampuninya. Dengan tuduhan menyerang ratu, raja kemudian memerintahkan agar Haman digantung pada tiang-tiang yang telah didirikannya sendiri untuk menggantung Mordekhai.

Ketika raja yang menjadi sangat marah pergi ke taman untuk mengendalikan dirinya. Haman meminta ampun kepada Ester, karena sekarang dia sadar bahwa dia tidak bisa memperoleh perkenan raja jika tidak ditolong oleh Ester. Sehari sebelumnya dia telah mendampingi seorang Yahudi mengadakan pawai kemenangan di sepanjang jalan-jalan kota itu, sekarang ia mengemis kepada seorang perempuan Yahudi untuk menyelamatkan nyawanya! Perubahan mutlak semacam ini akan terjadi pada saat peresmian Kerajaan Seribu Tahun. Para sida-sida tampaknya telah melaporkan sejumlah kejahatan yang dilakukan oleh Haman agar sesuai dengan amarah raja kepadanya, dan mengakhiri laporan tersebut dengan menunjuk pada tiang setinggi tujuh puluh lima kaki yang ada di halaman rumah Haman yang kelihatan dengan jelas dari istana. Dengan mengikuti saran dari para penasihatnya, seperti biasa, raja memerintahkan untuk menggantung Haman di tiang yang telah dibangun sendiri olehnya.

Berdasarkan kisah di atas menunjukkan bahwa kekuasaan seseorang bagaimanapun tingginya masih mempunyai batasan. Kekuasaan yang dimiliki oleh Haman terbendung oleh kekuasaan raja, sehingga dengan kejahatan yang telah dilakukannya itu raja memerintahkan untuk menggantung Haman di tiang yang telah dibangunnya sendiri. Untuk itu nasehat buat kita semua marilah kita merendahkan hati dalam situasi apapun supaya kita jangan “kena batunya” seperti Haman. Tidak ada hukuman yang terlewatkan oleh Tuhan untuk setiap perbuatan jahat yang dilakukan manusia baik dari jaman dahulu sampai dengan jaman sekarang. Setiap hari kejahatan manusia terus terjadi dan terungkapnya kasus karena Tuhan menghukum melalui proses yang tidak satu orang manusiapun yang mampu menyimpan kejahatan itu. Atau dengan perkataan lain sehebatnya menutupi kesalahan maka akan terungkap juga dan sanksi akan dihadapi oleh yang bersangkutan. Mari kita selalu berbuat baik dan benar di dalam Tuhan. Salam damai. Amin (KAP)

Minggu, 23 Juni 2013

2 Rajaraja 24 : 1 – 20


PERKATAAN TUHAN

          Raja yang gagal memimpin rakyatnya sudah sering kita dengar dalam sejarah manusia. Dalam kotbah dan bacaan alkitab, penyebab keruntuhannya beraneka macam sebab tetapi sebab yang paling fatal adalah karena “melanggar hukum Tuhan” dengan melakukan yang jahat, dimana mereka berkuasa dan memerintah tidak menyertakan Tuhan dalam kekuasannya. Ini juga terjadi dalam nas ini, dimana raja Yoyakhin memerintah pada jamannya mengikuti jejak ayahnya Yoyakim dengan melakukan yang jahat dimata Tuhan. Diapun ditangkap pada pemerintahannya di tahun ke delapan. Dia mengeluarkan dari negerinya segala barang perbendaharaan rumah Tuhan dan barang – barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel dibait Tuhan seperti yang telah di firmankan Tuhan (ayat 8-13). Ia juga mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang lemah dari rakyat negeri.           Sebab oleh karena murka Tuhanlah terjadi hal itu terhadap Yerusalem dan Yehuda, yakni sampai membuang mereka dari hadapan~Nya.   

          Penahanan kerajaan selatan oleh Babel sudah ada nubuat 150 tahun sebelumnya seperti yang tertulis dalam Yesaya 6 : 11 – 12 Kemudian aku bertanya : “sampai berapa lama, ya Tuhan ?” Lalu jawab~Nya: “sampai kota – kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah – rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. Tuhan akan menyingkirkan manusia jauh – jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong. Yeremia menubuatkan bahwa masa kekuasan Babel adalah 70 tahun lamanya, sesudah itu maka Tuhan memberikan pembalasan kepada raja Babel  dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang Kasdim menjadi tandus selama-lamanya (baca Yeremia 25 : 11 – 12).

          Perkataan Tuhan tidak ada yang sia – sia, semua apa yang dikatakan~Nya menjadi nyata, sama seperti dalam nas ini. Oleh karena itu tidak ada kejahatan yang di biarkan oleh Tuhan semua akan mendapatkan akibat hukuman. Jadi mari kita renungkan nas ini sebagai cambuk bagi kita agar selalu melakukan yang benar dihadapan Tuhan. Salam damai. Amin (KAP) 

2 Rajaraja 18 : 13 – 37



PENYATUAN SANHERIB

          Pada tahun 701 SM raja Asyur, Sanherib membalas pemberontakan Yehuda dengan menyerbu banyak kota yang penting; catatan sejarah  menunjukkan bahwa ia berhasil merebut empat puluh enam kota berkubu. Hizkia menyadari bahwa tidak ada harapan untuk terus memberontak, menyerah kepada Sanherib dan menghabiskan perbendaharaan Yehuda untuk membayar upeti yang diminta Asyur adalah strategi yang paling tepat. Namun tidak berapa lama kemudian raja Asyur mengirim panglima, kepala istana dan juru minuman agung dari lakshis kepada raja Hizkia dengan maksud menyampaikan pesan raja Asyur bahwa dengan berharapnya Hizkia kepada Mesir maka berarti dia memberontak terhadap Asyur. 

          Tindakan lebih lanjut yang dilakukan oleh juru minuman adalah berbicara  dengan bahasa Yehuda  yang dimengerti oleh rakyat Yehuda dan  berseru ”Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur, janganlah Hizkia memperdaya kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu dari tanganku ! janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada Tuhan dengan mengatakan : tentulah Tuhan yang melepaskan kita. Adakanlah perjanjian penyerahan dengan aku dan datanglah keluar kepadaku, maka setiap orang dari padamu akan makan dari pohon anggurnya dan dari pohon aranya serta minum dari sumurnya. Sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri seperti negeri mu ini, suatu negeri yang bergandung, suatu negeri yang beroti, dan berkebun anggur, suatu negeri yang berpohon zaitun, berminyak dan bermadu; dengan demikian kamu hidup dan tidak mati” (ayat 31-32). Janji demi janji disampaikan, adapun maksud tujuan adalah untuk menyatukan seluruh daerah kekuasaan raja Asyur.

          Kalau peristiwa pada nas di atas terjadi dalam kehidupan kita, dimana kita diminta untuk tinggalkan Tuhan Yesus, dengan janji menjamin kehidupan kita dunia yang indah yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup kita. Apakah yang mesti kita lakukan ? tentu kita harus mengambil sikap memilih tetap berpegang kepada Tuhan Yesus atau meninggalkan~Nya. Tidak sedikit pengikut Kristus yang mengambil sikap untuk meninggalkan Tuhan tetapi banyak pula yang imannya tidak goyah oleh janji dunia sehingga apapun yang terjadi ia tetap setia sampai akhir. Hal inilah yang kita harapkan dalam hidup setiap pengikut Yesus. Oleh karena itu “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6 : 33). Amin (KAP)


2 Rajaraja 17 : 24 – 41



PASRAH

          Keteguhan hati untuk setia kepada Tuhan tidaklah mudah, keadaan dan situasi dunia sangat mempengaruhi sikap manusia dalam bertindak. Ini banyak kita lihat tumbuh dan berkembangnya allah lain yang seolah – olah lebih tinggi dari Allah yang kita sembah. Janji kesembuhan, janji kekayaan dan janji keselamatan sering ditawarkan oleh allah dunia, begitu menggoda hati sehingga banyak orang yang menjadi pengikutnya. Hal ini juga sudah terjadi jauh sebelumnya yaitu dijaman raja Asyur. Orang Babel membuat patung Sukot-Benot, orang kuta membuat patung Nergal, orang Hamat membuat patung Asima, orang Awa membuat patung Nibhas dan tartak (ayat 30-31). Padahal Tuhan telah mengadakan perjanjian dengan mereka dan memberi perintah kepada mereka “janganlah berbakti kepada allah lain, janganlah sujud menyembah kepadanya, janganlah beribadah kepadanya dan janganlah mempersembahkan korban kepadanya” (ayat 35). Namun semuanya dilanggar oleh mereka. 

          Dalam ayat 38 lebih penekan lagi “janganlah kamu melupakan perjanjian yang telah kuadakan dengan kamu dan janganlah kamu berbakti kepada allah lain. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan melainkan mereka berbuat sesuai dengan adat mereka yang dahulu. Mengapa bisa demikian kerasnya hati orang – orang ini ? ternyata penyebabnya adalah akibat dari perkawinan campuran diantara orang Israel dengan orang asing yang hasilnya adalah suatu campuran tradisi agama dan budaya asing dengan kebiasaan yang berbeda. Sehingga mereka berbuat sesuai dengan adatnya dengan mengabaikan hukum Tuhan dan perintah Tuhan seperti yang disampaikan kepada anak – anak Yakub yang telah di namai~Nya Israel. 

          Jika kita mengamati kondisi jaman sekarang, demikian juga yang terjadi, perkawinan campuran menimbulkan masalah dalam keluarga terlebih dengan tidak adanya kesamaan iman. Banyak keluarga Keristen yang meninggalkan Tuhan hanya karena perkawinan, apalagi perkawinan antar suku atau antar Negara. Ada pula perkawinan yang mempertahankan keyakinan dan agamanya sehingga anak – anak keturunannya harus memilih salah satu keyakinan dari orang tuanya.  Untuk itu Tuhan telah mengajarkan kepada kita melalui nas ini jangan melakukan keinginan sendiri serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, pasrahkan semuanya akan diatur oleh Tuhan karena jalan hidup manusia hanya Tuhan yang tahu,  jalan kebenaran dan hidup hanyalah Yesus. Amin (KAP)  


2 Rajaraja 17 : 1 - 23





HOSEA DARI ISRAEL

Dalam tahun kedua belas zaman Ahas, Raja Yehuda, Hosea bin Ela menjadi raja di Samaria atas Israel. Ia memerintah Sembilan belas tahun lamanya. Namun sangat disayangkan berhubung dia melakukan perbuatan yang jahat dimata Tuhan maka ia dikalahkan oleh Salmaneser raja Asyur dan lebih menyedihkannya lagi adalah ia harus membayar upeti kepada raja Asyur. Tetapi kedapatanlah oleh raja Asyur bahwa di pihak Hosea ada persepakatan untuk tidak mempersembahkan lagi upeti kepada raja Asyur akhirnya dia (raja Asyur) menangkap dan membelenggu Hosea di dalam penjara (ayat 1-4) 

Dari peristiwa di atas nyata dan jelas bahwa setiap perbuatan jahat di hadapan Tuhan maka orang yang bersangkutan akan menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan hati, bahkan Allah akan menghukumnya. Demikianlah yang dilakukan bangsa Israel  telah melakukan kejahatan yang mencapai titik puncaknya, mereka telah berdosa kepada Tuhan, bahkan yang lebih parah lagi adalah mereka telah menyembah allah lain. Mereka juga mendirikan tugu – tugu berhala dan tiang – tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. Jadi satu – satunya tindakan yang dilakukan Allah adalah menjatuhkan hukuman yang mencerai beraikan bangsa itu. Hanya kaum sisa yang percaya dan setia yang tertinggal untuk mengalami penggenapan janji – janji Allah.  

Kegagalan Hosea dalam memimpin adalah merupakan keruntuhan kerajaan Israel. Sudah tidak ada lagi kepatuhan kepada Tuhan, mereka beribadah kepada berhala, walaupun Tuhan telah berfirman kepada mereka “janganlah kamu berbuat seperti itu ! Peringatan Tuhan “berbaliklah kamu dari pada jalan – jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti perintah dan ketetapan, sesuai dengan segala undang – undang yang telah Ku perintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba – hambaku, para nabi (ayat 13). 

Mari kita bercermin diri atas nas ini, tidak ada hukuman yang terlewatkan oleh Tuhan untuk setiap perbuatan jahat yang dilakukan manusia baik dari bangsa Israel sampai dengan jaman sekarang ini. Setiap hari kejahatan manusia terus terjadi dan terungkapnya kasus karena Tuhan menghukum mereka melalui proses hukum yang dilaksanakan oleh Negara. Jadi tidak ada sisi baik apapun jika kita melakukan perbuatan jahat. Amin (KAP)

Sabtu, 02 Maret 2013

1 Rajaraja 13 : 11 – 19




SIAP MENGHADAPI PENCOBAAN 

          Tidak sedikit pelayan Tuhan yang gagal di tengah jalan dalam melaksanakan tugas pelayanannya. Ada yang jatuh ke dalam dosa, Ada yang meninggalkan pelayanan di tengah-tengah pekerjaan Tuhan. Semuanya ini karena ketidaksiapan diri dalam menghadapi pencobaan yang ada di dunia ini. Meski demikian, Tuhan tetap bisa memakai mereka untuk mencapai maksud~Nya. Justru ini menjadi peringatan agar hamba Tuhan melayani dan hidup benar di hadapan Allah. 

          Kisah abdi Allah ini sungguh tragis. Ia sudah selesai menunaikan tugas utama, yaitu menegur Yerobeam atas dosa-dosanya. Ia tahu bahwa Tuhan memerintahkannya untuk tidak makan roti dan minum air dalam perjalanan tugas. Namun, karena tipuan seorang nabi tua, ia melanggar perintah Tuhan itu. Hukuman pun dijatuhkan, abdi Allah itu dibunuh oleh seekor singa. Kita tidak tahu motivasi si nabi tua membohongi abdi Allah itu. Mungkin ia iri hati melihat si abdi Allah yang berasal dari Selatan masuk ke wilayahnya tanpa permisi untuk bernubuat. Mungkin ia seorang yang "mendukung" pemerintahan Yerobeam sehingga tidak senang melihat abdi Allah ini mencela rajanya. Apapun alasannya, akhirnya ia sadar bahwa penipuannya berakibat fatal bagi abdi Allah itu

          Kematian abdi Allah itu tidak menghalangi Firman Tuhan dinyatakan. Peristiwa aneh setelah abdi Allah itu diterkam singa (ayat 24) yaitu singa dan keledai menjagai mayat abdi Allah itu pastilah menimbulkan kegemparan di kalangan rakyat. Tuhan memakai peristiwa itu untuk menyadarkan si nabi tua, yang mungkin selama ini sudah kehilangan kepekaan akan Firman Allah dan kehilangan keberanian iman (ia tidak pernah mencela Yerobeam). Ini membuktikan Allah berdaulat dalam segala keadaan, menggenapi janji~Nya, atau menghukum yang melanggar. Kalau Ia tidak segan menghukum abdi-Nya yang lalai, apalagi terhadap orang yang mengkhianati-Nya (Yerobeam). Pasti nubuat mengenai penghukuman Yerobeam akan tergenapi 

Hidup atau mati, Tuhan bisa memakai kita menjadi saluran Firman~Nya. Persoalannya apakah hidup kita layak untuk menjadi berkat, menyatakan keadilan, dan kasih~Nya. Amin (KAP)