Tampilkan postingan dengan label HKBP 01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HKBP 01. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 April 2013
Gereja Dihancurkan, Tak Halangi Jemaat Gereja HKBP Setu Merayakan Paskah
Pendeta HKBP Setu, Torang Simanjuntak melintasi reruntuhan gereja saat
akan melakukan kebaktian di desa Tamansari, Kecamatan Setu, Bekasi,
Minggu (31/3). Menurut Pendeta HKBP Setu, Torang Simanjuntak kebaktian
Paskah tahun ini dihadiri sekitar 250 jemaat, kebaktian berlangsung
khidmat paska dirubuhkannya gereja ini oleh pemerintah kabupaten Bekasi
pada tanggal 21 Maret 2013. TEMPO/Dwianto Wibowo





Dua Alasan Jemaat HKBP Tamansari Tolak Relokasi
Minggu, 31 Maret 2013 | 19:12 WIB
Pimpinan Jemaat HKBP, Pendeta Advent Leonard Nababan mengatakan, alasan pertama karena jemaat telah beribadah di gereja tersebut selama lebih dari 13 tahun. "Gereja itu juga dibangun di tanah milik kami (jemaat)," ujar dia saat dihubungi Tempo, Ahad 31 Maret 2013.
Alasan kedua, lanjut Leonard, terkait sulitnya perizinan yang menimpa sejumlah gereja, seperti GKI Yasmin, HKBP Ciketing, dan HKBP Filadelfia. Dia menegaskan, jemaat HKBP Ciketing juga sebelumnya diminta pindah dari tempat peribadatannya, menyusul izin pembangunan dari pemerintah kota setempat. "Namun hingga kini belum mendapat perizinan," katanya.
Leonard mengatakan informasi terakhir yang didengarnya yaitu pemerintah kabupaten menawarkan tempat beribadah jemaat HKBP Desa Tamansari di pindah ke gereja di kawasan Perumnas II Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. "Tapi tidak ada penawaran langsung dari pemerintah baik secara lisan maupun tulisan," ujarnya.
Leonard tetap menolak tawaran tersebut. Alasannya karena jarak lokasi gereja yang sangat jauh. Meski dijanjikan fasilitas transportasi, jemaat bakal menolak karena mereka dominan warga asli penduduk Kecamatan Setu. "Masak kami tidak boleh beribadah di tanah dekat kediaman kami sendiri," kata dia.
Rabu, 27 Maret 2013
Taufik Kiemas: Panggil Ketua DPRD Bekasi
Taufik Kiemas: Panggil Ketua DPRD Bekasi
-
-
Petisi olehIndonesia
Kamis sore, 21 Maret, jam 2 siang, sebuah pesan BBM masuk ke HP saya:
"SOS: buldozer dan Satpol PP siap ekselusi robohkan gereja HKBP Setu di Bekasi"
Delapan menit kemudian, masuk pesan berikutnya:
"Kelompok intoleran bergabung dengan Satpol PP"
Tak berapa lama, masuk kembali pesan:
"Sudah roboh. Sudah luluh lantak Gereja HKBP Setu"
Saya terdiam.
Tengah malam, saya melihat foto-foto Kompas online: http://bit.ly/YJJS1x
Tak terbayangkan betapa sakit hati jemaat Gereja HKBP Setu menyaksikan gerejanya diratakan oleh buldozer Pemerintahnya sendiri. Menangis, meratap, memohon. Agar tempatnya berdoa pada Sang Khalik, tidak dihancurkan.
Buldozer terus maju, memukul hancur gereja yang bertahun-tahun berdiri di Setu. Alasannya? Dianggap tidak ber-IMB.
Tak ber-IMB? Pikiran saya melayang ke gereja sendiri, GKI YASMIN Bogor. Lengkap ber-IMB sejak 2006. Tapi pada 2008, IMB itu dibekukan Pemkot Bogor. Jemaat gereja gugat Pemkot ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Berhasil. Bahkan MA menolak Peninjauan Kembali Pemkot Bogor dan menguatkan posisi hukum GKI Yasmin.
Bukannya melaksanakan putusan MA, Wali Kota Bogor Diani Budiarto justru mencabut permanen IMB GKI Yasmin, 11 Maret 2011. Ombudsman RI ikut memeriksa kasus GKI Yasmin dan ternyata memutuskan, Pemkot Bogor dinilai melawan hukum dengan mencabut permanen IMB GKI Yasmin. Melawan perintah MA.
Makanya, saat saya dengar berita bahwa HKBP Setu dibongkar karena tidak ber IMB, saya tahu persis, itu pasti hanya dalih. Buktinya, gereja saya yang ber IMB lengkap, dikuatkan putusan MA, dan juga rekomendasi wajib Ombudsman RI pun, tak kunjung dibuka dari belenggu segel dan gembok ilegal. Apalagi kemudian, peristiwa HKBP Filadelfia, yang juga di Bekasi, muncul; dimana gereja tersebut, meski telah juga dimenangkan MA, bernasib sama dengan GKI Yasmin: disegel dan digembok Pemda Bekasi secara melawan hukum.
Pikiran saya melayang dalam sedih. Apa jadinya negeri saya tercinta ini, bila kebencian kelompok intoleran, pada mereka yang dianggap berbeda dengan dirinya, dan dianggap minoritas, malah seakan mendapat tempat dalam kebijakan dan tindakan pemerintah dan alat negara lainnya?
Saya merasa takut membayangkan, bahwa karena "inspirasi" dari Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang berhasil melawan hukum dan Konstitusi tanpa koreksi apapun dari pemerintah pusat, maka pembangkangan hukum a la Diani Budiarto akan makin jauh menyebar ke pemda lainnya. HKBP Setu adalah salah satu bukti kerisauan saya.
Dan, bagaimana bila di daerah lainnya, Mesjid yang sah
berdiri ternyata disegel atau dihancurkan Pemda setempat? Atau, sebuah
Pura tempat sembahyang umat Hindu disegel atau diratakan karena dianggap
pemeluknya sedikit dan tidak pantas memiliki tempat ibadahnya sendiri
di tempat yang penduduknya berbeda keyakinan yang lebih banyak
jumlahnya?
Tidak, itu tidak boleh terjadi! Indonesia harus tetap menjadi rumah bersama bagi semua. Harus!Saya memulai petisi ini untuk meminta Taufik Kiemas untuk mengajak Ketua DPR dan Ketua DPD membahas masalah ini dan mendorong DPRD Kabupaten Bekasi untuk meminta pertanggungjawaban Bupati Bekasi.
Salam,
Bona Sigalingging
Rabu, 14 November 2012
Sabtu, 15 September 2012
Pimpinan HKBP 2012 - 2016
Selamat kepada Pimpinan HKBP yang telah terpilih melalui Sinode Godang HKBP:
Ephorus : Pdt. WTP. Simarmata, STh, MA (tengah)
Sekretaris Jenderal: Pdt. Mori Sihombing, MTh (samping kiri Ephorus)
Kadep Koinonia : Pdt. Welman Tampubolon, STh (Samping Kanan Ephorus)
Kadep Marturia : Pdt. Marolop Sinaga, MTh (samping kanan Kadep Koinonia)
Kadep Diakonia: Pdt. Drs. BDF. Sidabutar (samping kiri Sekjend)
Tuhan memberkati dan menguatkan.....
Ephorus : Pdt. WTP. Simarmata, STh, MA (tengah)
Sekretaris Jenderal: Pdt. Mori Sihombing, MTh (samping kiri Ephorus)
Kadep Koinonia : Pdt. Welman Tampubolon, STh (Samping Kanan Ephorus)
Kadep Marturia : Pdt. Marolop Sinaga, MTh (samping kanan Kadep Koinonia)
Kadep Diakonia: Pdt. Drs. BDF. Sidabutar (samping kiri Sekjend)
Tuhan memberkati dan menguatkan.....
Rabu, 29 Agustus 2012
LUMADA Musik Dalam Kegiatannya
LUMADA Musik Dalam acara Pesta Parheheon Seksi Ina HKBP Tangerang Kota
Bagi yang berminat untuk menggunakan Jasa Musik dan Entertainment LUMADA untuk acara Resepsi Perkawinan, Pesta Adat, Peresmian rumah atau kantor, Rapat, Seminar, ulang tahun dan lain lain silahkan hubungi marketing kami Eva Susanti di :
(021) 961 52 111 atau (021) 948 02 111 atau (021) 26 26 26 46 atau HP 081 2974 8282
Minggu, 29 Juli 2012
LUMADA Musik (Gondang) Dalam Acara Pesta Parheheon Sekolah Minggu
LUMADA Musik (Gondang) Dalam Acara Pesta Parheheon Sekolah Minggu HKBP Tangerang Kota
Jika Bapak/ Ibu saudara - saudara sekalian berminat menggunakan jasa LUMADA Musik & Entertainment dibawah naungan LUMADA Group Silahkan hubungi Pengurus kami di (021) 557 52 101 atau (021) 935 19 111 atau (021) 948 02 111 atau (021) 961 52 111 atau 08181 52 111 atau 081 2974 8282 atau email lumada.bsukses@yahoo.co.id atau klik website : http://lumada-group.com atau http://lumada-group.blogspot.com atau http://kernol.tokobagus.com atau http://progresive-trio.blogspot.com atau gernhardmatthew-panjaitan.blogspot.com atau http://yayasan-suarahati.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


