Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2012. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Matius 26 : 6-13




PERSEMBAHKAN YANG TERBAIK DALAM HIDUPMU

          Ketika seorang perempuan datang kepada Yesus dengan membawa sebuah buli – buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal dan di curahkannya ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan, beraksi pula murid – murid Yesus dan berkata “untuk apa pemborosan ini” sebab minyak itu mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang miskin (ayat 7-9). Murid Yesus mengandalkan pikirian dalam menyikapi perbuatan perempuan itu, sehingga mau mengatakan apa yang dilakukannya perempuan itu adalah sia – sia, tidak bernilai dan tidak bermanfaat. Itulah jalan pikiran manusia yang sering memperhitungan untung dan rugi dalam bertindak.

          Persembahan seorang perempuan itu adalah yang terbaik disampaikan kepada Yesus, dia tidak pernah berpikir kerugian atas perbuatannya, semua itu dilakukan dengan tulus ikhlas, tetapi justru orang lain yang tidak mempersembahkan merasa rugi. Peristiwa ini sungguh dapat menjadi pelajaran berharga buat kita. Jangan pernah kita berhitung untung – rugi dalam Tuhan, tidak ada ruginya kalau kita melakukan perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan. Bahkan sebaliknya karunia berkat yang berlimpah yang kita dapatkan dari Tuhan.

           Perempuan itu telah membuka mata hati semua orang bahwa apa yang ia lakukan merupakan cerminan sikapnya terhadap Tuhan Yesus, dia yakin dan percaya akan Tuhan Yesus, sehingga tanpa ragu dan bimbang dia melakukannya dihadapan para murid – murid Yesus. Dia sudah melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Apakah kita bisa seperti perempuan itu ? hal inilah yang perlu kita sikapi, persembahkan hidup kita kepada Tuhan, karena itulah yang terbaik saat ini, bukan harta duniawi yang diperlukan oleh Tuhan, sebab kalau kita memberikan persembahan bukan berarti karena Tuhan kekurangan. Amin (KAP)

Rabu, 14 November 2012

Imamat 7 : 22 – 8 : 17


LEMAK DAN DARAH

Kalau ditanya kepada orang batak makanan favorit tentunya sebahagian besar mengatakan adalah sang-sang atau padar (panggang darah). Jawaban ini tentu mengarah kepada makanan yang diberi darah dalam mengolah masakan tersebut. Bahkan dalam pesta adat tanpa mempersiapkan makanan ini maka akan terasa hambar acara yang ditampilkan oleh tuan rumah, apalagi tanpa namargoar tentu pestanya akan menjadi tidak sempurna dalam adat yang berjalan. Bagimana kalau dikaitkan dengan nas ini ? apakah makan lemak dan darah dibenarkan. Dalam perjanjian lama Tuhan berfirman kepada Musa katakanlah kepada orang Israel: segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan (ayat 22-23). Selanjutnya dalam nas ini dikatakan bahwa orang yang melanggar larangan ini apalagi memakan makanan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi Tuhan maka nyawa orang yang memakan itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya (ayat 25-27).

Pada saat datang orang Farisi dan ahli taurat kepada Yesus dan berkata bahwa murid Yesus telah melanggar adat istiadat nenek moyang mereka, namun jawab Yesus “hai orang –orang munafik ! benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia”. Lalau Yesus memanggil orang banyak dan berkata “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Matius 15:7-11). Pengertian ini ditegaskan lagi oleh Yesus bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang ke jamban, tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Sungguh mendalam pengertian yang disampaikan oleh Tuhan Yesus,  namun masih saja orang berupaya mencari kebenaran yang tidak didasarkan pada alkitab tetapi hanya dalam pengertiannya sendiri. Kiranya kita yang membaca renungan ini semakin dewasa iman dan kepercayaan bahwa kedatangan Yesus adalah untuk menyempurnakan Firman Tuhan yang telah ditaburkan sebagai Firman yang hidup. Puji Tuhan selamanya. Amin (KAP)
 

Rabu, 29 Agustus 2012

Imamat 6 : 14 – 7 : 21




KORBAN PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH

Korban persembahan adalah bertujuan untuk memulian Allah, dalam nas ini dijelaskan bahwa ada beberapa korban persembahan kepada Allah antara lain yaitu (1). dengan “korban sajian” yang dalam pelaksanaannya dibawa kehadapan Tuhan ke depan mezbah, inilah yang dilakukan oleh anak-anak harun. Semua korban sajian persembahan itu harus habis dibakar sehingga baunya menyenangkan hati Tuhan (6:14-15). Disamping itu ada pula (2). “korban penebus salah” yaitu korban untuk persembahan maha kudus, ditempat orang menyembelih korban bakaran disitulah harus disembelih korban penebus salah dan darahnya haruslah disiramkan pada mezbah itu sekelilingnya (7:1-2). Lebih lanjut juga ada (3).  “korban keselamatan” yang harus dipersembahkan orang kepada Tuhan. Jikalau ia mempersembahkan  untuk memberi syukur haruslah beserta korban syukur itu roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak, serta roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk yang diolah dengan minyak (7:11)

Bagaimana dengan korban persembahan kita dimasa sekarang ini ? apakah masih relevan  dan perlu melakukan hal yang sama seperti masa nas di atas, tentunya kita harus menjawabnya dengan dasar Firman Tuhan pula. Tentang persembahan yang benar dikatakan “demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12 :1-2). Begitu pula dalam Ibrani 13:15-16 dikatakan pula sebab itu marilah kita, oleh Dia senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban – korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Tuhan Yesus Kristus telah mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban penebus dosa, dan kita sebagai pengikut Kristus haruslah berkorban atas dasar itu. Mari aplikasikan dalam hidup sehari – hari. Tuhan memberkati kita semua. Amin (KAP)

Imamat 5 : 1-6 : 13





MENANGGUNG KESALAHAN SENDIRI

Dalam hukum positif kesalahan biasanya dibedakan antara perbuatan sengaja dan perbuatan tidak sengaja, jika perbuatan itu telah dilakukan maka unsur tidak sengaja masih dapat dikatakan sebagai alasan pemaaf dalam arti masih dapat dikategorikan perbuatan yang tidak dapat dihukum misalnya disebabkan membela diri atau keadaan memaksa. Berbeda dengan nas ini ada 4 kategori dimana apabila seoarang berbuat dosa, yakni (1). jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. (2). Apabila seseorang kena pada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. (3). Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apapun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya maka ia bersalah. (4). Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu (ayat 1-4).  Ini menunjukkan bahwa kesalahan itu tidak dipandang dari sengaja atau tidak sengaja tetapi didasarkan kepada peristiwa itu telah terjadi maka seseorang itu bersalah.

Namun apabila seseorang bersalah dalam salah satu perkara di atas, maka orang itu  haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya dan haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Jadi pengampunan dosa sangat dipengaruhi oleh “pengakuan dosa” supaya dapat dihapus dosanya, dan dilaksanakan oleh imam mengadakan perdamaian bagi orang itu karena dosanya (ayat 5-6).

 Bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ? Oleh karena semua orang tidak luput dari dosa maka mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, dengan memohon pengampunan dosa melalui doa yang kita panjatkan baik secara pribadi maupun melalui doa safaat atau melalui “perjamuan kudus”. Dia lah Yesus penebus dosa kita. Amin (KAP)


Sabtu, 28 Juli 2012

Mazmur 18 : 37-45


Mazmur 18 : 37-45

ALLAH PEMBELA YANG AGUNG

Dalam hidup banyak hal yang bisa terjadi, ada kalanya kita diperhadapkan pada hal – hal yang rumit bahkan kita sering berada dalam situasi yang sangat sulit. Persoalan kecil bisa menjadi besar, hal yang tidak masalah akan menjadi masalah, hubungan baik menjadi retak dan lain sebagainya. Bagaimana kita menyikapi persoalan ini ? tentu perlu kita mencari jalan keluar untuk setiap persoalan kita, tentunya kita membutuhkan pembela yang setia melindungi kita dari masalah – masalah tersebut. Ada orang yang minta pertolongan dengan kekuatan illah lain bahkan sampai menyangkal akan Tuhan. Tetapi yang benar adalah kita mencari pembelaan hanya kepada Tuhan. Yang pasti semua orang akan mencari pembela yang agung dan setia. “Kau berikan tempat lapang untuk langkahku dan mata kakiku tidak goyah. Aku mengejar musuhku sampai kutangkap mereka, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan” (ayat 37-38).  Begitu kuatnya sang pembela itu, yang telah melindungi dengan kekuatan yang luar biasa, sampai aku diberikan kemampuan untuk bisa meremukkan mereka sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi bahkan rebah di bawah kakiku. Bahkan dengan keperkasan untuk berperang Engkau tundukkan ke bawah kuasaku (ayat 39).

Lebih lanjut nas ini menjelaskan bahwa semua musuh lari tunggang langgang dan orang – orang yang membenci menjadi binasa, walaupun mereka berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada Tuhan, tetapi tidak menjawab mereka. (40 – 42). Peristiwa dalam nas ini menunjukkan bahwa begitu perkasanya dan tak terkalahkan oleh lawan, menggiling mereka sampai halus mencampakkan seperti lumpur di jalan. Tidak ada satu kekuatan lain yang mampu menghalaunya. Bahkan Bangsa – bangsa yang tidak dikenal menjadi hamba. Kalau sudah demikian apa lagi yang membuat kita takut dan gentar karena Allah adalah pembela yang Agung, dari segala macam perkara dapat kita selesaikan atas pertolongan-Nya. Oleh sebab itu marilah kita yang sudah dibenarkan karena iman, maka kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus yang telah menjadi penebus dosa manusia. Amin (KAP)