Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ahok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Ahok: Siapa pun yang Curang Tangkap Saja!

Ahok: Siapa pun yang Curang Tangkap Saja!



JAKARTA - Adanya temuan penggelembungan anggaran dalam RAPBD DKI Jakarta 2015 ditanggapi serius oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok mengatakan siap memberi sanksi kepada semua pegawainya jika terbukti melakukan penggelembungan tersebut.
"Siapa pun yang curang, tangkapin semua deh," katanya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/3/2015).


Ahok juga menegaskan, solusi terbaik untuk transparansi anggaran adalah melalui e-budgeting. Hal itu agar masyarakat tahu jumlah dan penggunaan anggaran di pemerintahan DKI.
"Pokoknya akan kita buka deh dengan e-budgeting kepada seluruh masyarakat. Kalau ada laporan yang mencurigakan saya kunci," lanjutnya.
Ahok berharap dengan e-budgeting semua penggunaan anggaran di DKI dapat diketahui dan dinilai langsung oleh masyarakat.
"Kalau dulu enggak pakai e-budgeting, kita enggak bisa kunci itu (anggaran mencurigakan), dibohongi terus kita. Kamu mana bisa ngawasi itu (besarnya anggaran di DKI Jakarta). Ngawasi anak main game saja enggak bisa, makanya itu di-locke, jadi dia (anak) enggak bisa pakai (main game) itu," tandasnya.

(sus)

Senin, 16 Maret 2015

Ahok: Pejabat Banyak yang Asbun!

Ahok: Pejabat Banyak yang Asbun!



JAKARTA - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan semua pejabat di DKI Jakarta banyak yang asal bunyi (asbun). Hal itu dirasakan Ahok saat ingin membeli sejumlah bus buatan lokal.
"Dulu ada dirjen yang bilang bisa buat 1.000 bus. Gua tanya, 'Gua mau beli 100 atau 1.000 bus deh, mana bus lu? Saya mau beli 1.000, mana?' Orang sebulan cuma mampu bikin 20 sampai 30 bus. Itu saja saya sudah paham jika dimaki-maki orang, karena enggak ada siap-siapnya," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Menurutnya, hal terpenting dari bus yang dipesan adalah produk lokal dan asli buatan anak negeri. "Yang penting saya itu buatan lokal. Jadi semua pejabat itu banyak asbun, tahu enggak," bebernya.
Selanjutnya Ahok menyoroti perusahaan hot mix yang menangani infrastruktur jalan di Ibu Kota. Perusahaan tersebut tidak sanggup memperbaiki jalanan di DKI lantaran pemerintah kala itu tidak melakukan perawatan hingga puluhan tahun.
"Perusahaan hot mix sama semen itu kenapa tidak sanggup, karena jalan ini 30 sampai 40 tahun dibiarkan, bisa enggak bisa ini akan jadi PR pemerintah," tandasnya

Minggu, 02 Maret 2014

Jika Ahok Jadi Gubernur Jakarta, Siapa Wakilnya?

Jika Ahok Jadi Gubernur Jakarta, Siapa Wakilnya?  

TEMPO.CO , Jakarta:-  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpeluang besar menjadi Gubernur DKI Jakarta jika Joko Widodo maju dan memenangkan Pemilihan Presiden tahun ini. Jika Ahok menjadi Gubernur, masalahnya siapa calon wakil gubernur yang diinginkan Ahok?  Ada dua nama yang diincar Basuki Ahok Tjahaja Purnama. Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH dan mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat. (baca:Pengamat: Bambang DH Tak Layak Jadi Wagub DKI)

Keduanya merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang pernah  menjabat, sebagai kepala daerah. "Mereka pernah menjadi kepala daerah dan kinerjanya bagus," kata Ahok kepada Tempo di Djakarta Theatre, Jakarta, Sabtu malam, 1 Maret 2014. " Tapi itu juga tergantung usulan PDI Perjuangan."
Menurut Ahok, jika dirinya nanti menjadi Gubernur Jakarta, maka pemilihan calon wakil gubernur akan dia serahkan kepada PDI Perjuangan. "Tapi, paling tidak mereka harus tanya ke aku juga, dong," kata dia.
Ahok disebut-sebut akan segera menggantikan Gubernur Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, yang mulai digadang-gadang sebagai calon presiden dari partai berlambang banteng itu. Jumat, 28 Februari 2014, untuk pertama kalinya, pasangan blusukan bersama. (baca: Ahok Siap Jadi DKI 1)

Ketika ditanya apakah aksi blusukan tersebut sebagai pemanasan bagi Ahok sebelum dilantik menjadi gubernur, keduanya membantah pernyataan itu dengan humor. "Sekalian saja dibilang jadi capres dan cawapres," ujar Ahok.(baca: Pengamat: Ahok Perlu Blusukan Sekali Seminggu)


TRI ARTINING PUTRI

Rabu, 29 Januari 2014

Ahok Bakal Larang Pengendara Motor Masuki Jalan Sudirman-Thamrin

 Ahok Bershio Kuda Api di Tahun Kuda Air: Harapan Jadi Presiden

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa sepeda motor yang tertabrak mobil di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, pada Senin (27/1), pukul 22.00 malam membuat kesal Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia prihatin, atas jatuhnya korban wanita hamil, namun kesal dengan pengemudi sepeda motor yang tidak tertib.
“Sudah jelas ada rambu yang terpampang di setiap ujung jalan layang itu, kalau motor nggak boleh masuk. Makanya kalau ada rambu jangan masuk, eh kamu masuk, ya kamu jatuh, mati,” rutuk Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Ia mengatakan, kecelakaan tidak akan terjadi jika pengemudi sepeda motor menaati aturan lalu lintas di jalan layang tersebut.
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, JLNT tidak perlu dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI atau polisi setiap saat.
Seharusnya, dengan rambu, pengendara harus menaatinya. “JLNT di Antasari juga kan tidak boleh lewat motor, jadi tidak ada alasan, melanggar ya melanggar,” tuturnya.
Ahok menegaskan, tidak displinnya pengendara menjadi masalah tersendiri di DKI Jakarta.
Bahkan, larangan masuk jalur Transjakarta dengan denda maksimal Rp 500.000 saja, pengendara sepeda motor masih berani menerobos.

“Rambu perboden dia (korban) pasti tahu kok. Eh sudah melintas naik JLNT, melawan arah lagi. Memang di Jakarta banyak yang suka melawan arah lalu lintas. Makanya penegakan hukumnya harus tegas, biar orang nggak berani kayak gitu,” tukasnya.
Pemprov DKI, lanjut Ahok, tidak bisa berbuat apa-apa terhadap para pelanggar aturan lalu lintas.
Namun, ia akan menerapkan kebijakan larangan sepeda motor melintas di semua jalan layang dan jalan-jalan protokol di Ibu Kota.

“Saya akan sikat anda (pengendara sepeda motor). Saya akan larang motor masuk JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Sudirman-Thamrin, saya akan cegat,” tegas Ahok.
Ia mengatakan, tindakan tegas harus dilakukan tanpa pandang bulu lagi untuk memaksa pengendara tertib. Terlebih kecelakaan lalu lintas akibat sepeda motor selalu membuat penumpangnya tewas.
“Satu hari kecelakaan motor bisa akibatkan mati satu sampai lima orang. Saya bilang kamu bahaya naik motor, dia tanya juga mana busnya? Saya baik selama ini, masih izinkan motor melintas, karena nggak ada bus. Tapi kalau sudah bus datang, yang naik motor saya sikat motor anda,” ujar Ahok.

Kamis, 22 Agustus 2013

Ahok Heran Warga Masih Ada yang SARA

 Ahok Heran Warga Masih Ada yang SARA
Laporan Wartawan Warta Kota, Ahmad Sabran
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Warga mengaku heran dengan adanya protes warga Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menolak Lurah mereka Susan Jasmine Zulkifli yang lolos seleksi dan promosi terbuka hanya karena beragama non-muslim.

Warga telah mengumpulkan 2.300 nama dan 1.500-an KTP, untuk diberikan ke Pemprov DKI sebagai dukungan untuk mencopot Susan.

“Kita nggak akan mau tangani masalah itu. Nanti lama-lama ditolak karena kamu Syiah. Ini tidak benar. Kalau tolak karena agama tidak ada urusan, kalau dia mencuri, tidak mau melayani, itu masalah,” ujarnya.
Ia juga tetap tidak akan menggubris protes warga yang sudah ngumpulin KTP.

“Saya juga banyak yang nggak setuju, kita (pasangan Jokowi-Ahok) cuma menang 52 persen, jadi ada 40 persen lebih warga Jakarta tidak mau saya jadi wagub, tidak ada urusan. Kita taat konstitusi,” ujarnya.