Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2013. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

2 Tawarikh 20 : 13 - 24



MENDENGAR TUHAN 


Mendengar laporan bahwa suatu laskar yang besar akan datang dari sebrang laut asin, maka Yosafat menjadi takut sehingga ia mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Mereka berkumpul untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Keputusan untuk meminta pertolongan Tuhan merupakan suatu sikap yang bijaksana, dalam situasi sitauasi yang mencekam Yosafat akhirnya mendengar Tuhan, hal ini seakan mustahil terpikirkan, karena biasanya sangat mudah orang untuk mengandalkan diri sendiri di saat – saat kritis. 

Coba kita bayangkan seandainya kita sedang berada dalam situasi perang dan menjadi panglima dari sebuah regu kecil – tetapi harus melawan musuh yang sangat banyak, apa yang akan kita lakukan ? Mungkin hanya dua pilihan: Pertama, pilihan paling bijaksana yaitu lari menyelamatkan diri; atau kedua, pilihan untuk bunuh diri dengan cara yang paling berani: bertarung sampai mati. Namun Yosafat tidak memilih satu dari antara dua pilihan itu. Ia memilih pilihan yang paling cemerlang: mencari TUHAN dan meminta pertolonganNya ! Ia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri lagi saat itu. Bahkan, orang-orangnya pun tidak bisa diandalkannya lagi. Hanya satu jalan keluar yang jitu, meminta Allah berkenan membantu mereka dalam situasi sulit. Dan… tahukah akhirnya ? Allah sendiri yang bertempur bagi mereka tanpa membuat mereka harus angkat senjata !

Demikian jugalah sebaiknya cara Anda dan saya saat harus menghadapi seluruh situasi sulit dalam kehidupan – bahkan sekalipun tidak sulit ! Sebab orang-orang percaya yang insyaf akan kekuasan dan keperkasaan Allah tidak  pernah hanya bersandar pada sumber daya yang dimilikinya. Pemimpin besar bersandar pada sumber daya yang Allah miliki. Pemimpin besar juga selalu mencari Allah dalam setiap kelebihan dan keterbatasannya.

Jika kita mencari dan mengandalkan Allah dalam seluruh fase kehidupan kita, maka kita akan memperoleh pertolongan yang dibutuhkan. Jika kita mencari dan mengandalkan Allah, maka kita akan menemukan jawaban atas seluruh persoalan yang kita butuhkan. Hanya… biarkanlah Allah yang campur tangan langsung dan mengambil keputusan untuk diri kita. Seseorang pernah menulis, “Jika Anda tidak mengambil keputusan dalam hidup Anda, maka orang lain yang akan membuatnya untuk Anda.” Tetapi dalam hal ini, dengan mengakui kuat kuasa Allah dapat kita katakan, “Jika Anda kesulitan mengambil keputusan untuk hidup Anda,  maka Allahlah yang harus membuatnya untuk Anda.” Allah akan membuat cara terbaik bagi Anda ! Amin (KAP)


Lukas 2 : 25 – 35




TERIMALAH KESELAMATAN YANG DARI ALLAH 

Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia, dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yaitu Mesias yang dijanjikan Tuhan.

Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama. Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong~Nya, lalu memuji Allah, "Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji~Mu. Biarlah hamba~Mu ini meninggal dengan tentram. Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada~Mu. Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa: bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada~Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat~Mu Israel."
Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka. Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam."

Kedatangan Sang Mesias kini kita ingat dan syukuri tiap kali Natal menjelang, disertai pengharapan akan kedatangan~Nya yang kedua kali kelak. Kita menyebutnya Adven, bahasa Latin untuk kata kedatangan, yang dimulai empat minggu sebelum Natal. Apa yang kita lakukan dalam masa penantian ini ? Sibuk berbelanja, mencari tambahan penghasilan, atau mengambil waktu lebih banyak untuk merenungkan makna kedatangan~Nya ? Mari arahkan hati dan pikiran kita agar peka mendengar apa yang Dia inginkan dan kita lakukan menjelang perayaan Natal tahun ini, juga menjelang kedatangan~Nya yang kedua kali. Karena Dia datang PASTI memberikan KESELAMATAN bagi setiap umat yang percaya untuk memperoleh kehidupan yang kekal. Maukah anda dan saya selamat ?  maka marilah sambut kehadiran~Nya dan melaksanakan Firman~Nya dalam kehidupan. Terimalah keselamatan dari Allah. Amin (KAP)
 

Nehemia 8 : 1 – 18



KASIH TUHAN MENYELAMATKAN




Dalam perjalan sejarah bangsa Israel menuju pelepasan dari genggaman Bangsa Mesir yang banyak mengalami suka dan duka (pergumulan). Pada  masa-masa sulit mereka ingat akan Tuhan dan meminta campur tangan Tuhan supaya mereka memperoleh pertolongan, tetapi pada saat suka  mereka  lupa akan kasih Tuhan,  sering sekali mereka beranggapan bahwa semua yang telah mereka capai adalah hasil dari perjuangannya semata. Hal inilah yang mengecewakan hati Tuhan. Dalam kepemimpinan Nehemia pada tahun 445 SM dan Ezra sebagai ahli kitab bangsa Israel kembali merayakan hari raya pondok daun, yang mana pesta ini ditujukan untuk menyatakan ungkapan syukur bangsa Israel kepada Tuhan atas pembebasan mereka dari cengkraman bangsa Mesir.

          Tanpa kita sadari begitu banyak pertolongan Tuhan yang telah kita terima dalam kehidupan. Tuhan telah menyediakan apa yang kita butuhkan, hanya bagaimana kita menyikapi pelayanan Tuhan di dalam hidup ini, sehingga kita patut untuk bersyukur. Ambisi dan nafsu sering menutup mata hati  untuk memuaskan keinginan kita sehingga setiap apa yang di peroleh, kita anggap adalah hasil dari kerja keras sendiri, bahkan kita berani mengatakan bahwa segala sesuatu itu dari hasil dari kepintaran kita bukan karna pertolongan Tuhan. Bagaiman kita dapat mengasihi sesama ? bagaimana kita dapat menjadi saluran berkat ? jika kita tidak menyakini bahwa semua yang kita peroleh adalah semata mata hanya pemberian dan anugerah Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan senantiasa memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Tuhan itu panjang sabar, kasih setianya tidak berkesudahan untuk menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa. Dia memelihara kita, membimbing kita pada kehidupan yang kekal.

          Untuk itu mari membangun pondok daun di hati kita masing - masing, sebagai ungkapan syukur  atas kasih setia Tuhan kepada kita semua, selalu  berpengharapan kepada Tuhan bukan mengandalkan diri sendiri yang akan berakibat menjadi kesombongan yang akhirnya akan jatuh ke dalam dosa. Karena harapan orang benar akan menjadi suka cita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia – sia (Amsal 10:28). Amin (FSG)