Pelatihan Sikap Mental

Pelatihan Sikap Mental
Pelatihan Sikap Mental di Perusahaan

Pendiri Suarahati Kudus
Tampilkan postingan dengan label Wow 03. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wow 03. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

Teladan Toleransi: Bunda Erna, Guru Ngaji Beragama Nasrani

unnamed

Wonosobo, sebuah kota asri di kaki gunung Sindoro dan jauh dari hingar-bingar perkotaan. Tak hanya hawa dinginnya yang menyejukkan, Wonosobo menyimpan banyak cerita indahnya toleransi dalam kebhinekaan.
Di lereng gunung Sindoro, tepatnya di Desa Bejiarum, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, terajut indahnya kisah toleransi anak bangsa. Adalah Erna Astutik, seorang ibu rumah tangga beragama Kristen, yang mengabdikan hidupnya menjadi Ustadzah dan mengajari anak-anak Muslim di kampungnya mengaji.

Berawal dari keprihatinan tidak adanya lembaga pendidikan agama untuk anak-anak Muslim di kampungnya, Bunda Erna, demikian ia biasa dipanggil warga, pada tahun 2010, mengusulkan kepada Lurah waktu itu, Isnaini, agar di Bejiarum dibangun lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Pembelajaran al-Qur’an (TPQ). Oleh Lurah Isnaini, Bunda Erna kemudian diberi tempat di samping lapangan sepak bola, dan didirikanlah PAUD dengan nama Al-Fabet di tempat itu.

Hingga saat ini, PAUD & TPQ Al-Fabet yang dibina oleh Bunda Erna telah mampu menampung 90 siswa. Al-Fabet, penuh dengan kegiatan belajar-mengajar. Pagi jam 07.00 WIB – 12.00 WIB, digunakan untuk PAUD, sore jam 04.00 – 06.00 WIB, digunakan untuk kelas pembelajaran al-Qur’an, dan ba’da Maghrib, khusus ngaji bagi remaja kampung.

Bunda Erna adalah satu-satunya ‘Ustadzah’ beragama Nasrani di TPQ Al-Fabet. Selain Bunda Erna, ada 3 Ustadzah yang juga mengajar di TPQ, Ustadzah Farah, Ustadzah Nani, dan Ustadzah Mitri. Juga beberapa remaja SMA yang juga menjadi pengajar sukarelawan anak-anak kampung, meski tidak rutin. Tak hanya dari Bejiarum, anak-anak dari kampung sebelah pun dipercaya oleh orangtua mereka belajar ilmu agama Islam di TPQ ini.

Saat ditanya kenapa terpanggil mengajar ngaji anak-anak Muslim di kampungnya, Bunda Erna menceritakan, ia terinspirasi mertuanya, Pak Slamet. Pak Slamet adalah tokoh masyarakat beragama Nasrani yang dikenal masyarakat memiliki jiwa sosial yang kuat. Karena itulah, meski ia Nasrani, ia dipercaya warga kampung yang mayoritas Muslim sebagai Kepala Pengurus Masjid di Bejiarum.

Warga di kampung Bejiarum sangat mencintai dan mengapresiasi perjuangan Bunda Erna dan Ustadzah-Ustadzah lain mendidik putra-putri mereka. Suparman, Kaur Kesra Desa Bejiarum pun mengamini hal ini dan menegaskan bahwa sebenarnya dari dulu, indahnya toleransi dalam kebhinekaan ini merupakan karakter khas bangsa Indonesia. Inilah salah satu pilar NKRI  yang harus senantiasa kita jaga bersama. (ABI/JA)

Sabtu, 28 September 2013

Wow, Indonesia~ku, Siapa Presiden yang Memajukan Indonesia ??


Mendagri Urus dulu 65 Juta e-KTP Bodong, Jangan Campuri Lurah Susan

 Mendagri Urus dulu 65 Juta e-KTP Bodong, Jangan Campuri Lurah Susan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mendagri Gamawan Fauzi disarankan konsen dulu urus 65 juta e-KTP bodong, jangan mencampuri urusan Lurah Susan. Bila masih bicara soal Lurah Susan, Mendagri mempermalukan bangsa Indonesia di dunia internasional.

“Media besar Amerika The New York Times dan dan koran besar Jepang Asahi Simbun, menulis prestasi Jokowi, bukan prestasi Gamawan Fauzi,” ujar Utje Gustaaf Patty, Sekjen DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi atau Bara JP).
Mendagri juga seharusnya malu, pembuatan e KTP katanya sistem secara nasional, nyatanya hanya sebagai komputer khusus mengetik.
“NIK kurang atau lebih dari 16 angka namun bisa proses, artinya komputer tempat input hanya tempat ngetik, bukan sistem,” katanya.

Sebelum Ketua KPU Husni Kamil mengumumkan 65 juta e KTP yang bermasalah (hanya karena NIK kurang atau lebih dari 16 dijit), Gustaaf yakin, dinas rahasia Amerika dan Jepang sudah lebih dahulu mengetahuinya. Jadi wartawan pun tahu, prestasi dalam eKTP Gamawan, justru memalukan.

Di setiap Kedutaan Besar (Kedubes) termasuk Kedubes Indonesia di hampir semua negara, selalu ada bagian yang menganalisis kondisi politik negara setempat. Untuk memperoleh analisis isu terkini, biasanya wartawan tukar isu dengan staf Kedubes negaranya.
“Di mana-mana, jalur khusus wartawan asing selalu begitu. Itu sebabnya banyak isu yang lebih dulu diketahui wartawan asing ketimbang wartawan surat kabar domestik. Gamawan Fausi tak berprestasi, wartawan asing juga tahu,” tutur Gustaaf.

Mendagri seharusnya malu, anak buah lebih dihargai rakyat ketimbang Gamawan. “Coba saja Gamawan-Jokowi berjalan bersama-sama. Supaya netral, jangan di DKI Jakarta, bahkan jangan di Pulau Jawa. Masyarakat pasti akan mengerubuti Jokowi, bukan Mendagri,” kata Gustaaf.
Bahkan Gustaaf berani bertaruh, ke Sumatra Barat sekalipun (yang merupakan daerah asal Gamawan dan pernah menjadi gubernur di sana), bisa dipastikan Jokowi akan lebih disambut masyarakat ketimbang Gamawan.

Seperti dikehui, Gamawan Fauzi mengatakan agar mempertimbangkan pemindahan Lurah Susan. “Mendagri koq jadi kelas kelurahan. Kalau dalam sepakbola, lajim disebut tarkam (pertandingan antar kampung). Jadi Mendagri jadi kelas tarkam,” Gustaaf.

Minggu, 22 September 2013

Ilham Udin Armayin Bawa Indonesia U-19 Juara

Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 6-5 (1-1): Jalannya Pertandingan
TRIBUNNEWS.COM,SIDOARJO – Tim nasional Indonesia U-19 berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-19. Pada pertandingan final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam WIB, skuat ‘Garuda Jaya’ menang 0 (7) – (6) 0 melalui drama tendangan adu penalti.

Kedudukan 0-0 bertahan sampai pertandingan di waktu normal. Wasit melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Namun sampai peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan tidak ada gol tercipta.

Pertandingan pun dilanjutkan ke adu penalti, sampai penendang kedelapan kedudukan masih sama. Namun pada penendang ketujuh dari Vietnam, penjaga gawang Ravi Murdianto mampu menepis bola. Sementara, Ilham Udin Armayin selaku penendang kesembilan dari Indonesia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri memainkan para pemain terbaik. Hanya Maldini yang berada di bangku cadangan posisinya digantikan oleh Dinan Yahdian. Sementara di lini tengah dimainkan kapten tim Evan Dimas.

Pada babak pertama, skuat ‘Garuda Jaya’ kesulitan menghadapi Vietnam U-19 dikarenakan tekanan para pemain lawan. Vietnam menguasai bola, permainan lini per lini mereka pun sangat rapat. Sebaliknya, Indonesia sering kali membuat kesalahan sendiri.

Vietnam mempunyai peluang emas mencetak gol pada menit ke-27, Nguyen Van Toan menendang bola dalam keadaan bebas, namun penjaga gawang Ravi Murdianto masih bisa menyelamatkan. Nguyen C. Phuong juga mendapatkan peluang pada menit ke-35, Ravi kembali menyelamatkan gawang.
Menjelang pertandingan pada babak pertama berakhir, Indra Sjafri memasukkan Maldini menggantikan Dinan Yahdian. Pergantian dilakukan, karena Dinan tidak bermain maksimal.

Pada babak kedua, pertandingan berlangsung seru. Kedua kesebelasan tampil menyerang untuk mencetak gol. Pelatih Indra Sjafri memasukkan Hendra Sandi menggantikan Hargianto pada pertengahan babak kedua. Masuknya Sandi membuat permainan skuat ‘Garuda Jaya’ lebih rapi. Terlihat, gawang Vietnam beberapa kali berada dalam keadaan terancam, namun belum ada gol tercipta.

Pertandingan di waktu normal berakhir 0-0. Wasit melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Pada babak perpanjangan waktu, terlihat Vietnam U-19 sudah kelelahan. Beberapa pemain Vietnam mengalami kram di lapangan. Sayang, Indonesia tidak mampu memaksimalkan kondisi ini. Sampai pertandingan pada babak perpanjangan waktu berakhir, kedudukan tetap 0-0. Pertandingan pun dilanjutkan ke tendangan adu penalti.

Sampai penendang kedelapan kedudukan masih imbang. Namun pada penendang ketujuh dari Vietnam, penjaga gawang Ravi Murdianto mampu menepis bola. Sementara, Ilham Udin Armayin selaku penendang kesembilan Indonesia mampu melaksanakan tugas dengan baik.

Ravi Murdianto: Perasaan yang Luar Biasa

 ANTARA/M Risyal Hidayat
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO – Suasana gembira terlihat di wajah ofisial dan pemain tim nasional Indonesia U-19, setelah meraih gelar juara ajang Piala AFF U-19.
Pada pertandingan final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam WIB, skuat asuhan ‘Garuda Jaya’ mengalahkan Vietnam U-19 melalui drama tendangan adu penalti. Pada waktu normal kedua kesebelasan berbagi hasil imbang 0-0.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri seketika langsung sujud syukur sebagai tanda berterima kasih kepada Tuhan. Evan Dimas dkk pun langsung menangis tidak percaya berhasil meraih gelar juara.
Kapten tim nasional Indonesia, Evan Dimas mengangkat trofi gelar juara Piala AFF U-19. Trofi itu kemudian diarak oleh pelatih Indra Sjafri bersama para pemain keliling stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Penjaga gawang tim nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto tampil sebagai pahlawan kemenangan di pertandingan final Piala AFF U-19.  Aksi gemilang Ravi membuat gawang Timnas Indonesia U-19 tidak kebobolan dari serbuan penyerang Vietnam U-19.  Penendang penalti terakhir Vietnam pun gagal memasukkan bola, dikarenakan penyelamatan dia.

“Perasaan senang, saya tidak bisa membayangkan. Ini luar biasa,” tutur Ravi saat diwawancara salah satu saluran televisi swasta.
Ribuan penonton yang menyaksikan langsung perjuangan para pemain Indonesia pun turut berbahagia. Bagi Indonesia, ini merupakan trofi pertama di ajang AFF U-19. Di level senior, Indonesia bahkan belum pernah meraih gelar juara.

Jumat, 23 Agustus 2013

Cegah Timbunan Lemak di Hati dengan Minum Teh atau Kopi

Munculnya timbunan lemak di hati (baca: liver) biasanya dialami oleh orang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol.
Cegah-Timbunan-Lemak-di-Hati-dengan-Minum-Teh-atau-KopiHal yang sama juga berpotensi terjadi pada penderita diabetes dan obesitas. Namun baru-baru ini studi terbaru menemukan fakta unik tentang cara efektif meluruhkan lemak yang menempel pada hati, yakni dengan rajin minum teh atau kopi.
Tim peneliti dari Duke-NUS Graduate Medical School (Duke-NUS) dan Duke University mengungkap bahwa asupan kafein bisa mengurangi risiko Non-alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), sebuah kondisi yang menyerupai perlemakan hati pada peminum alkohol.
Kesimpulan ini didapat setelah penelitian yang dipimpin oleh Paul Yen, MD, mengamati efek kafein terhadap metabolisme lemak hati pada seekor tikus. Hasilnya, asupan kafein dalam takaran terukur dapat membantu mengurangi risiko penimbunan lemak di hati.
Meski belum dilakukan uji coba kepada manusia yang dianggap memiliki kultur sel yang sama dengan tikus, namun peneliti memperkirakan hasil tersebut dapat memberikan efek serupa jika seseorang mengonsumsi 4 cangkir teh atau kopi setiap hari.
Seperti dikutip Sciencedaily, Paul Yen, MD mengatakan, “Kopi dan teh sangat biasa dikonsumsi, dan catatan bahwa keduanya punya efek terapetik, khususnya karena sering disebut kurang baik untuk kesehatan, tentunya sangat menggembirakan.”
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Hepatology. (dan)

Kamis, 22 Agustus 2013

Inilah Surat Kyai Pemicu Penolakan Gereja HKBP Filadelfia

Spanduk menolak kebaktian Jemaat kristen HKBP di Bekasi, Jawa Barat (12/09) warga setempat menolak kegiatan keagamaan yang dilakukan jemaat Kristen HKBP. (FOTO: JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya)
Spanduk menolak kebaktian Jemaat kristen HKBP di Bekasi, Jawa Barat (12/09) warga setempat menolak kegiatan keagamaan yang dilakukan jemaat Kristen HKBP. (FOTO: JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya)
Surat itu berjudul Surat Terbuka Kyai Naimun dengan judul "Untuk Semua Warga Kampung Yang Fikirannya Tidak Kampungan".

Di kalangan warga Desa Jejalen Jaya Kecamatan Tambun Utara, Bekasi Timur, beredar sebuah surat pernyataan penolakan pendirian Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia di desa mereka dari seorang Kyai asli yang telah tinggal di Desa Jejalen sejak lama.

Surat itu berjudul Surat Terbuka Kyai Naimun dengan judul "Untuk Semua Warga Kampung Yang Fikirannya Tidak Kampungan".

Dalam surat itu tertera bahwa surat tersebut adalah surat yang dikhususkan untuk mewakili sekelompok orang yang menolak adanya upaya mendirikan gereja dengan cara-cara penuh tipu.

Inilah beberapa kutipan isi surat tersebut:

"Di usiaku yang mulai mendekati senja, ingin rasanya aku tetirah tenang, mendekatkan diri keharibaan Illahi Robby, duduk tafakur sembari berdzikir di rumah-Nya yang teduh dan sejuk. Berdo'a, memohon agar kiranya jalan menuju keabadian itu lurus dan terang adanya. Namun ketenangan itu tiba-tiba terusik, karena di depan mataku akan dibangun pintu kemurtadan bagi anak cucuku. Yah, pintu pemurtadan itu tak lain adalah akan dibangunnya Gereja HKBP Philadelfia di sudut kampung dekat Perumahan Bekasi Elok 1. Seketika tubuhku gemetar membayangkan anak cucuku melambaikan tangan perpisahan menuju jalan kegelapan."

Dalam surat tersebut juga dijabarkan bahwa Kyai Naimun tersebut pernah melayangkan surat kepada Kepala Desa atas nama Forum Majlis Ta'lim Desa Jejalen Jaya No. 01/FMT-JLJ/2005, yang berisikan pernyataan/ultimatum penolakan atas rencana didirikannya gereja di Kampung Jalen Desa Jejalen Jaya, dengan dilampiri lembar tandatangan jamaah Sebanyak 312 warga Desa Jejalen Jaya pada 26 Desember 2005 silam.

"Dengan surat itu kuharap Kepala Desa mengindahkannya dan tidak memberikan izin kepada Panitia Pembangunan Gereja tersebut," katanya.

Namun ternyata surat tersebut tidak berpengaruh karena ternyata Panitia Pembangunan Gereja semakin leluasa mendapatkan segala sesuatu yang dibutuhkannya. Meski demikian, dirinya tidak henti hingga di sana, dalam surat tersebut tertulis usaha sang kyai untuk mengumpulkan warga di sekitar desa untuk menyatukan pemahaman.

"Satu pemahaman yang sama dari kami, yakni: “Takut bila suatu saat menyaksikan anak cucu melambaikan tangan perpisahan menuju jalan kegelapan”," tandas Kyai itu.

Aksi Kyai Naimun ini pun yang menjadi salah satu pemicu mengapa hingga kini masih banyak ribuan warga yang berserikat dan berkumpul menentang pendirian Gereja HKBP Filadelfia ini.
Penulis:

Kamis, 08 Agustus 2013

Wanita Cerdas Cenderung Menolak Punya Anak


Wanita Cerdas Cenderung Menolak Punya Anak

TEMPO.CO, London - Anak adalah harta paling berharga. Tapi bagaimana kalau ada perempuan berkomitmen tidak ingin membentuk keluarga apalagi sampai memiliki anak.

Nyatanya sebuah penelitian mengungkapkan, semakin cerdas perempuan, ia semakin tak ingin memiliki anak atau membentuk keluarga.


Penelitian yang dilakukan Satoshi Kanazawa, seorang peneliti di London School of Economics, menemukan bahwa dorongan wanita memiliki anak berkurang seperempat untuk setiap 15 poin ekstra IQ-nya.

Kanazawa menggunakan data dari National Study tentang Perkembangan Anak di Inggris. Ia kemudian menambahkan ukuran ekonomi dan pendidikan dari setiap wanita. Namun hasilnya tetap sama, yaitu wanita lebih cerdas semakin kecil ia berkeinginan memiliki anak.


Contohnya seperti para aktris atau presenter terkenal asal Amerika Serikat yaitu Oprah Winfrey, Cameron Diaz dan Eva Mendes. Mereka mengatakan tidak akan pernah menjadi ibu.

"Aku punya kehidupan yang saya miliki karena saya tidak punya anak," kata Cameron Diaz.

Kantor Statistik Nasional mengungkapkan bahwa proporsi perempuan tanpa anak-anak jumlahnya hampir dua kali lipat sejak 1990.


Satu dari lima perempuan berusia 45 tidak punya anak,dan mereka mengenyam pendidikan hingga sarjana. Jumlahnya meningkat menjadi 43%.

Studi sosial yang dilakukan ilmuwan sosial Dr Nattavudh Powdthavee dari University of York, mengungkapkan bahwa gagasan kebahagiaan berasal dari memiliki anak adalah ilusi dan menawarkan petunjuk lain.


"Orangtua menghabiskan banyak waktu mereka menghadiri proses inti dari anak-anak: masalah di sekolah, memasak, mencuci," kata Powdthavee dalam wawancara dengan Times, seperti dilansir dailymail.



RINA_HASIR